Justru
Justru karena tenung, telah
diselamatkan kita dari jemu zaitun
dan warna tua pohon-pohon encina.
Memang masih ada sore yang hanya
itu dan dusun yang tak berubah.
Tapi ternyata hari bisa berkelindan
dengan mimpi, dan kau dan aku
lahir kembali, tercengang dalam
cinta yang fiktif, percaya pada harap
yang tak bersungguh-sungguh.
Justru karena tenung, aku tak akan
membebaskanmu.
Goenawan Mohamad,
Kumpulan sajak “Don Quixote”